Anwaruttaufiq.ponpes.id – Menutup tahun Hijriah 1444 H, Pondok Pesantren Anwaruttaufiq menggelar kegiatan pembacaan doa akhir tahun yang diikuti oleh seluruh santri, para asatidz, dan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok, Al-Habib Jamal bin Toha Baagil.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi santri untuk merenungi amal selama satu tahun terakhir, serta memohon perlindungan dan keberkahan untuk menyambut tahun baru Hijriah.
Makna Doa Akhir Tahun dalam Tradisi Pesantren
Pembacaan doa akhir tahun merupakan bagian dari tradisi keislaman yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu. Kegiatan ini mengajak para santri untuk bermuhasabah (introspeksi diri) atas segala amal, serta memohon agar segala keburukan ditutup dan diampuni oleh Allah SWT.
Doa ini dibacakan menjelang adzan maghrib, sebagai penutup tahun, disambung dengan doa awal tahun setelah shalat maghrib berjamaah, sebagai bentuk tawakkal dan optimisme memasuki tahun baru.
Suasana Penuh Kekhusyukan
Dalam keheningan sinar lembut matahari sore, para santri membaca doa dengan penuh kekhusyukan, menyatu dalam harapan dan taubat. Suara lantunan doa yang bergema menjadi saksi cinta dan rindu santri kepada ampunan dan rahmat Ilahi.
Di bawah langit senja akhir tahun Hijriah, santri-santri Pondok Pesantren Anwaruttaufiq bersimpuh dalam doa. Bukan hanya kata-kata yang terucap, tapi air mata, harapan, dan niat baru ikut mengalir bersama lantunan kalimat tobat.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap akhir bukanlah penutupan, melainkan gerbang menuju awal yang lebih baik. Doa-doa yang dilangitkan oleh lisan santri menjadi benih harapan untuk menjadi pribadi yang lebih bersih, lebih beradab, dan lebih dekat kepada Allah.
Semoga tahun yang akan datang diliputi keberkahan, dan tahun yang berlalu menjadi saksi amal shalih yang tulus.
“Jadikanlah setiap pergantian waktu sebagai panggilan untuk berubah, untuk kembali, dan untuk menjadi hamba yang lebih dicintai oleh-Nya.” Anwaruttaufiq.ponpes.id



